"Kalian pergi berdua di hotel." Keringat dingin mulai terasa di pelipis Sarah. Ia membuka mulut, hendak menjelaskan bahwa semua tidak seperti yang dipikirkan Widya. Namun, Rafael lebih dulu menjawab dengan nada tenang. "Menuduh tanpa bukti, itu sama saja fitnah." Namun, jawaban Rafael justru membuatnya terkenal. Ia tidak menyangka Rafael akan menjawab seperti itu, seolah sedang menutupi apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, meski memang bukan sesuatu yang lebih, tapi dugaan Widya itu memang benar adanya, mereka benar hanya berdua pergi ke hotel. Widya justru tersenyum miring, senyum yang mampu membuat dada Sarah seperti di remas oleh banyak tangan. "Bela saja, tutupi saja semuanya!" Meski nadanya tidak begitu kerasa, kalimat itu penuh penekanan. Tatapannya kemudian beralih tajam kepada Sarah. Perempuan itu langsung menggeleng cepat, merasa harus segera meluruskan kesalahpahaman tersebut, bahwa dugaan itu tidak semuanya benar. Namun sebelum Sarah sempat berkata apa-
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-25 อ่านเพิ่มเติม