"Silakan masuk, Pak,” ucap Loraine. Nathan mengangguk pelan lalu melangkah masuk.Satu detik.Dua detik.Langkahnya perlahan berhenti."..."Nathan berdiri mematung di ambang pintu. Ia tercengang saat tatapannya perlahan menyapu seluruh ruangan. Apartemen itu… kosong.Benar-benar kosong. Tidak ada televisi, tidak ada sofa, tidak ada rak buku, bahkan tidak ada lukisan, tanaman hias, atau dekorasi apa pun. Yang ada hanya meja makan kecil dengan dua kursi, dapur mungil, serta beberapa perabot bawaan apartemen.Nathan berkedip pelan."Ini benar-benar tempat tinggal?" batinnya. Loraine yang menyadari Nathan tidak bergerak ikut menoleh ke arah Nathan. "Ada apa, Pak?"Nathan langsung tersadar, “tidak... tidak ada apa-apa."Ia akhirnya masuk.Loraine menutup pintu, “silakan duduk, Pak."Nathan melihat sekeliling. Karena tidak menemukan sofa. Akhirnya ia duduk di salah satu kursi meja makan."Rumah tanpa ruang tamu..." batinnya.Sementara itu Loraine berjalan menuju dapur."Bapak mau minum
آخر تحديث : 2026-07-17 اقرأ المزيد