Dalam sekejap, Amanda menempelkan tubuhnya pada Andre. Awalnya dengan lembut, seolah meminta izin, hingga akhirnya bibirnya menyentuh bibir pria itu.Satu detik … dua detik. Namun, alih-alih membalas ciuman Amanda, Andre malah tetap diam tidak bergerak, seperti patung.Kemudian, tubuh Amanda mulai menjadi lemas. Sebelum Amanda bisa menyadari apa yang terjadi, dia sudah bersandar di dada Andre yang bidang itu.Amanda pun menarik napas dalam-dalam. Tepat di saat dia hendak berbicara, efek alkohol, kelelahan dan beban emosional, menyerangnya secara bersamaan. Seketika itu juga, Amanda pun jatuh pingsan....Keesokan paginya, kamar itu tampak terang benderang dan aroma kopi memenuhi udara. Yang paling melegakan, Amanda terbangun di atas tempat tidur yang empuk dan bersih. Dia perlahan membuka matanya dan segera menyadari bahwa dirinya mengenakan kaus putih yang menguarkan aroma yang tidak asing baginya, kaus milik Andre!Amanda pun melompat turun dari tempat tidur, mencengkeram ujung kaus
Read more