Aku tak menghiraukan teriakan serak Axel dari luar. Aku memeluk erat kedua lututku di balik pintu, membiarkan air mata luruh bersama sesak yang kian menyiksa dada. "Gue cinta sama lo, Kayla... Please... tolong maafin gue... Gue nggak mau pisah sama lo..." rintih Axel pilu dari balik pintu. Maafkan gue, Axel. Hati gue terlalu hancur setelah merasakan semuanya... Suasana hening selama beberapa waktu.Beberapa saat kemudian, aku mendengar derap langkah kaki Axel menjauh dari pintu kamar. Tak berselang lama, denting engsel pintu utama diayunkan terdengar dari kejauhan. Aku mengangkat wajah, menoleh ragu ke arah pintu yang terkunci rapat. "Apa Axel pergi?" gumamku lirih pada keheningan. Aku menyeka sisa air mata di pipi, lalu bangkit berdiri perlahan. Dengan gerakan amat pelan, aku memutar kunci, membuka pintu sedikit dan mengintip ke luar. Tak ada suara atau pergerakan apa pun. Aku memberanikan diri
최신 업데이트 : 2026-08-16 더 보기