Astaga... baru juga masuk ruangan, kelakuannya sudah arogan setengah mati!"Maaf, Pak... Apa bukan Bapak yang datang terlalu awal?" sahutku dengan nada penuh sindiran."Apa?!" Axel membelalakkan matanya lebar-lebar."Begini saja. Sebaiknya... Bapak silakan keluar dulu dari ruangan ini, biarkan saya membersihkan semuanya sampai beres. Oke?" potongku sembari memberi gestur mempersilakannya keluar dengan gerakan tangan yang dibuat ramah.Namun ia justru menegakkan tubuh, menatapku kaku dengan rahang mengeras. "Kamu mengusirku?!" desisnya tajam, lalu terdiam sejenak. "Tunggu! Kamu... wanita yang di dalam lift tadi, kan?"Oh, sialan! Dia mulai mengenali postur tubuhku!"B-betul, Pak..." sahutku cepat sembari membungkukkan badan, memaksa diri bersikap sesopan mungkin."Pantas saja kamu terlambat! Datangmu saja bersamaan dengan atasan. Harusnya kamu tiba lebih awal dibanding kami!"Dasar tikus got! Bisanya cuma bertind
Terakhir Diperbarui : 2026-08-21 Baca selengkapnya