"Apaan sih lo!" Aku refleks mendorong dada tegap Axel dengan gemas. Namun, bukannya melepas, pria itu justru menyeringai tipis sembari makin mempererat rengkuhan lengannya di tubuhku.Tak lama kemudian, langkah kaki Inez terdengar mendekati kami sembari membawa selembar handuk kering yang masih terlipat."Kalian berdua kalau nempel begini udah mirip kue lapis aja ya," sindirnya sinis, meski pada akhirnya disusul oleh senyum ramah yang tampak sangat dipaksakan."Nih, pakai handuk gue aja, Xel. Gue belum pakai kok," ucapnya sembari menyodorkan handuk itu tepat ke hadapan Axel.Dengan gestur dingin dan minim ekspresi, Axel menerima handuk itu dari tangan Inez. Namun bukannya dipakai sendiri, ia justru langsung menyelimutkan kain tebal itu ke sekujur tubuhku."Handuk ini jauh lebih besar dan tebal. Mending lo balik ke tenda sekarang, terus ganti baju basah lo," potong Axel tegas padaku.Aku tak langsung menjawab. Tubuhku membeku mena
최신 업데이트 : 2026-08-09 더 보기