"Gue udah maafin lo, Xel," bisikku lirih, bersusah payah menahan benteng air mata yang hendak pecah. "Tapi luka yang udah lo torehkan di hati gue... nggak akan bisa terhapus dengan mudah begitu aja."Axel menunduk dalam, berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang diliputi kepiluan maha dahsyat. "Gue tahu... semua emang salah gue."Ia perlahan mengangkat wajahnya, menghujamku dengan sepasang mata yang sudah tergenang air mata. "Andai gue nggak pernah memaksa mencium lo di tempat perkemahan waktu itu... Andai gue nggak pernah mengabaikan keberadaan Inez di sana... Mungkin kejadian tragis ini nggak akan pernah terjadi."Aku tersenyum tipis dan miris, menyeka sisa air mata di pipi. "Penyesalan lo udah terlambat, Xel."Aku kembali melangkah mengemas sisa pakaian ke dalam koper, lalu menariknya turun dari atas kasur."Lo boleh pergi sekarang, Kayla," ucapnya tepat saat aku hendak melangkah melewati tubuhnya. "Tapi ingat... gue belum pernah menc
Last Updated : 2026-08-17 Read more