Aku memejamkan mata erat-erat, sekuat tenaga mendorong dadanya yang atletis demi melepaskan diri dari serangan gilanya.Usahaku berhasil, Axel terdorong mundur selangkah. Dengan napas yang masih tersengal, aku langsung mengangkat tangan kananku, bersiap melayangkan tamparan ke pipinya.Namun, dengan sigap Axel berhasil menangkap pergelangan tanganku. Ia tersenyum meremehkan sambil mengangkat satu ujung alisnya.Merasa tertantang dan terhina, aku mengangkat tangan kiri untuk menjangkau pipinya yang lain. Dan lagi-lagi, Axel berhasil menangkap tanganku dengan mudah. Ia menyilangkan kedua tanganku di atas kepala, lalu mendorong tubuhku hingga kembali terpojok di lemari loker."Axel! Lo kenapa sih hari ini?! Lo udah dua kali cium gue, tahu gak?!" amukku dengan wajah memerah.Axel tertawa singkat, suara tawa yang terdengar getir sambil menatap wajahku yang kesal. "Emang kenapa? Gue suami lo.""Suami palsu!" gertakku."Pe
Last Updated : 2026-07-05 Read more