Hani mendengus keras sembari melipat kedua tangannya di depan dada. "Gue masih sebel sama lo, tahu nggak!"Sialan! Harus dengan cara apa lagi aku membujuknya agar dia mau berbaikan? Tanpa Hani, aku benar-benar kehilangan satu-satunya tempat untuk berbagi cerita dan keluh kesah.Aku menggaruk kepala yang tidak gatal sembari memutar otak secepat kilat. Sampai akhirnya, sebuah ide nekat muncul untuk mengerjainya."Yah... sayang sekali, ya. Padahal, gue baru saja berencana mengajak lo buat ngedate bareng Axel dan tim basketnya."Tak disangka, jurus ampuhku itu langsung membuahkan hasil instan. Hani seketika menatapku dengan mata membulat sempurna. "Serius lo, Kay?!"Aku mengusap tengkukku sembari tersenyum garing. "Serius, dong..." sahutku ragu. Dalam hati, aku menyumpah serapah; aku sendiri pun tidak punya bayangan bagaimana caranya mengajak Axel dan tim basketnya untuk kencan bersama Hani.Hani langsung menghambur mengham
Last Updated : 2026-07-21 Read more