Napas Zea tertahan di dada saat mendengar nama Vincent disebut dari bibir Marco. Marco menyunggingkan senyum tipis yang sama sekali tak mencapai matanya. Sorot matanya tetap tenang, tetapi ada ketegasan dingin yang tersirat di balik tatapannya. “Aku nggak akan membiarkan Vincent mendekatimu lagi atau membuatmu merasa nggak aman sedikit pun,” ucapnya datar. Ia berhenti sejenak, lalu melirik bahu kanannya. “Dan mulai sekarang, aku juga nggak akan membiarkan dia menyentuhku lagi.” Zea akhirnya hanya bisa menurut pasrah di bawah keteguhan mutlak pria di hadapannya. Meski rasa cemas tentang kondisi bahu Marco masih membayangi benaknya, ketulusan dan perlindungan tanpa kompromi dari Marco berhasil menenangkan gejolak di dadanya. ”Kamu mengerti apa yang aku bilang, Sayang?" bisik Marco lembut. Zea mengangguk pelan. "Iya, Marco. Aku mengerti." Marco menyunggingkan senyum tulusnya yang amat tampan. Pria tegap itu merengkuh pinggang Zea, menarik tubuh halus kekasihnya ke dalam dekap
Terakhir Diperbarui : 2026-10-13 Baca selengkapnya