Zavian terdiam sejenak, memaksakan senyum tipis di wajah kakunya demi menutup kebenaran yang tak boleh bocor ke pihak mana pun. "Zea cuma sedang kurang enak badan, Vin," kilah Zavian tenang, memasang kebohongan formal setenang mungkin. "Dia lagi butuh istirahat penuh di rumah." “Oh, ya?” Vincent seketika memajukan langkahnya dengan raut cemas yang dipasang amat natural di balik kacamata berbingkai tipisnya. “Kalau begitu, jika memungkinkan ... boleh saya datang menjenguk Zea nanti sore? Sekalian saya bawakan buah-buahan dan vitamin untuk dia." Belum sempat Zavian merespons tawaran itu, getaran kencang dari saku celana training-nya mendadak memecah keheningan lounge. Zavian merogoh ponselnya, menatap nama sang ibu yang tertera di layar. "Maaf sebentar, Vin. Ini telepon dari Mama saya," izin Zavian singkat. "Silakan, Coach," sahut Vincent sopan. Zavian menggeser tombol hijau, berbalik selangkah membelakangi Vincent. Baru saja ia menempelkan ponsel pintar itu ke telinganya, suara
Last Updated : 2026-10-07 Read more