Pintu kaca tebal berbahan tempered glass dari butik megah tiga lantai di kawasan elite ibu kota terdorong pelan. Pendar lampu kristal dan aroma harum bunga mawar segar seketika menyambut kedatangan mereka. "Selamat datang, Ibuuu! Ya ampun, Ibu Moara apa kabar?! Aduuh, makin cantik saja nih. Udah lama banget nggak ketemu!" Seorang pria berpostur tinggi dengan penampilan super modis dan gaya bicara yang flamboyan melangkah cepat menyambut mereka. Fandi Gunawan, desainer papan atas langganan kalangan konglomerat hingga selebriti papan atas, merentangkan kedua tangannya penuh kehangatan, menyalami Moara dengan senyum merekah lebar. "Kabar baik, Fan," balas Moara tersenyum anggun, membiarkan desainer kenalannya itu mengecup pipi kanan dan kirinya. "Saya ke sini mau minta tolong kamu buatkan karya terbaik kamu.” Moara lalu berbalik sedikit, merangkul pelan bahu Donna dan Zea untuk memperkenalkan mereka. "Oh ya, Fandi ... kenalkan, ini Donna, calon besan saya. Dan si manis ini, Zea
Last Updated : 2026-10-07 Read more