Marco tidak langsung menjawab, membiarkan keheningan mengisi sejenak meja mereka. Bagi pria itu, jika ia belum mengetahui secara pasti motif atau pergerakan seseorang, ia tidak akan mengobral janji manis bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun di balik diamnya, pikirannya sudah bekerja cepat. Pria itu mencatat nama Vincent dan merencanakan langkah untuk mencari tahu tujuan asli pria itu secara diam-diam, tanpa perlu membuat kegaduhan. "Kamu nggak perlu terlalu memikirkannya," buka Marco rendah, suaranya mengalun tenang dan memberikan rasa aman. "Soal Coach Zavian ... mau beliau sudah percaya penuh atau belum pada hubungan kita, itu bukan sesuatu yang harus bikin kamu cemas." Zea meremas jemarinya di atas paha, menatap Marco dengan mata yang masih menyiratkan kecemasan. "Tapi aku takut kalau Kak Zavian memang sebenarnya belum merestui kita sepenuhnya, Marco ..." "Apa pun pandangan Coach Zavian atau orang lain saat ini, aku nggak peduli," pangkas Marco mantap, menatap lurus ke dal
Last Updated : 2026-09-29 Read more