Zea terdiam sesaat, pipinya memanas mendengar pertanyaan Nancy yang begitu personal. "Be-belum, Dok. Saya belum punya pasangan," jawabnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar. Nancy hanya terkekeh kecil mendengar jawaban gugup itu, tidak berkomentar lebih jauh. Ia menutup berkas di tangannya dan menatap Zea dengan senyum ramah. "Baiklah. Yang penting sekarang, istirahat dulu untuk sementara waktu. Jangan terlalu capek, dan usahakan hindari stres berlebihan," ujarnya. "Stres juga bisa memengaruhi hormon, jadi kondisi ini bisa lebih sulit membaik kalau pikiran terus tertekan." Zea mengangguk patuh. Dalam hati, ia diam-diam bersyukur. Karena setidaknya untuk sementara ini, ia bisa menjauh dari segala urusan yang berhubungan dengan Marco, orang yang selama ini justru jadi sumber stres terbesarnya. Tak lama, pintu ruang periksa terbuka. Zavian masuk dengan bungkusan obat di tangannya, wajahnya masih menyisakan kekhawatiran yang belum sepenuhnya reda. Ia menoleh pada Nancy dan bersala
Last Updated : 2026-07-21 Read more