Zea keluar dari kamar dan langsung menuruni anak tangga dari lantai atas sambil menenteng tas kecil miliknya. Mata gadis itu menangkap Donna yang tengah santai sambil menonton televisi di ruang tengah. "Ma, aku keluar sebentar, ya," pamit Zea, berusaha terdengar sewajar mungkin. Donna menoleh, alisnya sedikit terangkat dengan raut wajah masih khawatir. "Kamu yakin mau keluar jam segini?" "Iya, Ma. Cuma sebentar, kok," jawab Zea cepat, menghindari tatapan ibunya terlalu lama. Donna memperhatikan sejenak, lalu menghela napas pelan. "Ya udah, tapi jangan pulang kemalaman, sebelum Kakakmu nanti nyariin kamu." "Iya, Ma. Aku janji nggak lama," sahut Zea sambil mengangguk, dadanya sedikit berdebar karena harus berbohong lagi. Setelah mencium tangan ibunya sebentar, Zea bergegas keluar rumah. Begitu melewati pagar, matanya langsung menangkap mobil sport merah yang sudah terparkir di seberang jalan, lampunya menyala remang di bawah
Last Updated : 2026-07-24 Read more