“Shit,” desah Marco menggeram rendah, suaranya parau. “Lihat, ASI-mu sampai menyembur begini …” Tanpa aba-aba, bibirnya langsung menyambar puting Zea yang basah, menghisapnya lembut dan dalam. Lidahnya berputar pelan, menjilat, dan menghisap dengan penuh sabar seolah tak ingin Zea merasakan kesakitan. “Ahh, Marco … jangan …” Zea melenguh, hingga punggungnya melengkung ke atas. Sensasi hisapan itu membuat tubuhnya gemetar pelan. Marco tidak berhenti di situ. Ia beralih ke puting sebelahnya, menyambarnya dengan gerakan yang sama. Isapannya perlahan menguat, diselingi kecupan kecil yang membuat Zea tersentak geli dalam kenikmatan. Sementara itu, pinggul Marco mulai menggesek area intim Zea dengan gerakan lambat, kejantanan yang mengeras di balik celana jeans-nya perlahan semakin terasa jelas. Marco mengangkat wajahnya dari dada Zea, dan berbisik pelan tepat di depan wajah gadis itu. “Kamu begitu sensitif dan basah …” bisik Marco serak, suaranya penuh kemenangan saat ia merasakan kel
Last Updated : 2026-07-13 Read more