Donna mengerjap, lalu tersenyum heran. "Nginep? Tumben banget."Zavian yang sejak tadi menyendok makanannya langsung berhenti mengunyah. Sendoknya diletakkan pelan-pelan di pinggir piring, sebelum matanya lurus menatap Zea. Suasana meja makan yang tadinya santai mendadak terasa hening."Rumah siapa?" tanya Zavian, nada suaranya datar tapi menyelidik."Temen kuliah, Kak. Anak Psikologi," jawab Zea, berusaha terdengar sewajar mungkin meski jantungnya mulai berdebar."Cewek apa cowok?""Cewek, lah, Kak!" Zea mendengus, pura-pura tersinggung supaya terkesan wajar. "Emang aku kayak gitu?"Zavian tidak langsung percaya begitu saja. "Kenapa harus nginep? Ada acara apa?"Zea sudah menyiapkan jawaban itu dari semalam di kepalanya. "Reuni kecil, Kak. Udah lama banget nggak kumpul sama anak-anak seangkatan, dari lulus kuliah. Kebetulan salah satu dari mereka lagi pulang dari luar kota, jadi pengin sekalian nginep, ngobrol sampai malam."Ia menambahkan cepat, seo
Last Updated : 2026-08-03 Read more