"Pokoknya jangan kasih tau dulu, aku belum mau suamiku tau." Felly menggeleng cepat, bibirnya terkatup rapat seakan menahan sesuatu yang berat untuk diucapkan. "Emmmm ya sudah. Saya nggak akan kasih tau." Atta tersenyum lembut, berusaha menenangkan kegelisahan yang terlihat begitu nyata di wajah perempuan itu. Dia mengangkat tangan kanannya sebentar dari setir, lalu mengelus lembut puncak rambut Felly, merasakan kelembutan helai rambut itu di bawah jari-jarinya. "Oh ya, Yang ... dulu Mamimu kalah berapa saat main judi dengan Pak Rizwan?" "Kalah berapa?" Dahi Felly berkerut, tampak bingung dengan perubahan topik yang tiba-tiba itu. "Maksud Mas, nominalnya?" "Iya." Atta mengangguk. "Banyak, Mas." "Apa boleh disebut berapa nominalnya?" "10 milyar, Mas." "10 milyar??" Mata Atta sontak membulat lebar, napasnya tertahan di tenggorokan seakan baru saja menabrak dinding tebing yang curam. Nominal itu jelas sangat fantastis bagi Atta, angka yang bahkan tak pernah dia bayangkan d
آخر تحديث : 2026-08-19 اقرأ المزيد