หน้าหลัก / Mafia / Terjebak Dengan Mafia Obsesif / Bab 39 — Kemarahan Sang Raja Mafia

แชร์

Bab 39 — Kemarahan Sang Raja Mafia

ผู้เขียน: Hime_Hikari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-21 22:56:17

"Kalau aku harus memilih ... maka aku akan menghancurkan semuanya." Suara Damian terdengar dingin.

Sangat dingin, bahkan Moretti yang sejak tadi tersenyum santai perlahan mengangkat alisnya. Aurel membeku, Adrian yang terikat di kursi juga menatap Damian tanpa berkedip. Lorong itu mendadak terasa lebih sempit, lebih sesak, lebih menyesakkan karena semua orang bisa merasakan satu hal yang sama.

Damian benar-benar marah, bukan marah seperti biasanya, bukan marah karena bisnis, bukan marah karena
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   Bab 41 — Luka Yang Tidak Terlihat

    Pagi itu, Aurel terbangun dengan dada yang terasa berat, bukan karena sakit. Tidak ada luka serius di tubuhnya, tidak ada darah, tidak ada memar yang membuatnya sulit bergerak. Namun begitu membuka mata, hal pertama yang muncul di kepalanya adalah kejadian semalam. Ruangan gelap, tangannya terikat suara Moretti wajah Adrian yang terluka. Pistol yang diarahkan kepadanya dan Damian.Damian yang datang, Damian yang berdiri di antara dirinya dan semua bahaya. Aurel menatap langit-langit kamar cukup lama, tangannya perlahan naik menyentuh dada. Jantungnya berdetak lebih cepat."Aku kenapa, sih..." Ia menghela napas."Kenapa setiap ingat Damian, jantungku malah begini?" Aurel memejamkan mata.Ia mencoba tidur lagi, tidak berhasil, ia membalikkan badan lima menit. Masih tidak berhasil, akhirnya Aurel bangkit dari tempat tidur, kakinya menyentuh lantai dingin. Ia berjalan menuju cermin, rambutnya berantakan, wajahnya masih pucat. Ada bekas kemerahan di pergelangan tangannya.Aurel mengangkat

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   Bab 40 — Penyelamat Berdarah

    Malam belum benar-benar berakhir ketika mobil Damian berhenti di depan mansion. Lampu-lampu halaman masih menyala terang, tetapi suasana yang biasanya tenang sudah berubah menjadi seperti markas perang. Beberapa penjaga berdiri di sepanjang jalan masuk. Sebagian lainnya membawa senjata sambil memeriksa kendaraan yang baru tiba, pintu mobil terbuka. Damian turun lebih dulu wajahnya terlihat dingin, terlalu dingin. Namun langkahnya langsung berhenti ketika mendengar suara dari dalam mobil."Aurel!" Adrian berusaha bangkit dari kursi belakang, tetapi tubuhnya masih terlalu lemah.Viktor segera membantu. "Aku pegang."Damian tidak menjawab, matanya hanya tertuju pada satu orang Aurel, gadis itu masih duduk diam di dalam mobil, tatapannya kosong. Seolah tubuhnya sudah kembali ke mansion, tetapi pikirannya masih tertinggal di markas Moretti.Damian mendekat. "Aurel."Aurel mengangkat kepala perlahan, mata mereka bertemu, beberapa detik tidak ada yang berbicara. Kemudian bibir Aurel bergerak

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   Bab 39 — Kemarahan Sang Raja Mafia

    "Kalau aku harus memilih ... maka aku akan menghancurkan semuanya." Suara Damian terdengar dingin.Sangat dingin, bahkan Moretti yang sejak tadi tersenyum santai perlahan mengangkat alisnya. Aurel membeku, Adrian yang terikat di kursi juga menatap Damian tanpa berkedip. Lorong itu mendadak terasa lebih sempit, lebih sesak, lebih menyesakkan karena semua orang bisa merasakan satu hal yang sama.Damian benar-benar marah, bukan marah seperti biasanya, bukan marah karena bisnis, bukan marah karena penghinaan, bukan marah karena wilayahnya disentuh. Melainkan kemarahan yang lahir dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya, seseorang yang ingin merebut orang yang ia lindungi dan Damian tidak pernah membiarkan siapa pun mengambil miliknya.Moretti tertawa kecil. "Kau masih belum mengerti situasimu."Damian tidak menjawab, tatapannya tetap lurus tetap tajam, tetap mengarah kepada pria itu. "Aurel di kanan.""Adrian di kiri.""Kau hanya punya satu peluru."Moretti tersenyum lebar. "Silakan memilih

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   Bab 38 — Ditangkap Musuh

    Malam itu terasa seperti tidak memiliki akhir, suara tembakan masih terdengar dari kejauhan ketika Damian membawa Aurel menjauh dari area pertempuran. Langkahnya cepat dan tegas, tetapi napasnya tidak lagi setenang biasanya. Ada sesuatu yang berbeda dari sorot matanya ketegangan yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya. Aurel sendiri hampir tidak mampu berpikir, bayangan Adrian yang terjatuh terus berputar di kepalanya, darah di bajunya, tatapan terakhirnya dan kalimat yang tidak pernah selesai. Jangan percaya siapa? Siapa yang tidak boleh ia percaya? Damian? Viktor? Moretti? Atau orang lain?"Aurel." Suara Damian membuatnya tersadar.Aurel mengangkat wajah. "Apa?""Kau terluka?"Aurel menggeleng. Namun Damian tidak langsung percaya, tangannya memegang kedua bahu Aurel, lalu memeriksa wajah, leher, dan lengannya satu per satu. Tatapannya bergerak cepat, seolah mencari sekecil apa pun luka yang mungkin terlewat."Aku baik-baik saja.""Yakin?""Iya."Damian menghela napas, baru setelah

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   BAB 37 — Pelarian Tengah Malam

    "Kalau aku tetap di sini, semua orang di sekitarku akan terus jadi korban."Aurel menatap layar ponselnya yang masih menampilkan pesan terakhir dari Black Thorn, jangan bawa Viktor, pesan itu masih jelas, begitu juga foto Adrian. Kakaknya masih hidup. Setidaknya untuk sekarang, Aurel menggigit bibir. Di luar kamar, langkah kaki terdengar sesekali, penjaga.Damian pasti menempatkan lebih banyak orang setelah serangan tadi dan justru itulah masalahnya, semakin banyak orang yang melindunginya, semakin banyak orang yang bisa terluka. Aurel menatap pintu, kemudian jendela.Kemudian kembali ke ponselnya. "Aku tidak bisa terus seperti ini."Ia menarik napas. "Kalau aku pergi … mereka akan berhenti menyerang mansion."Setidaknya itu yang kuharapkan, Aurel mengambil jaket hitam dari kursi ia memakainya perlahan. Kemudian memasukkan ponsel, uang, dan kunci kecil ke dalam tas, tangannya berhenti ketika melihat foto keluarganya. Foto yang tadi berhasil ia ambil kembali, Aurel menatap wajah ibunya

  • Terjebak Dengan Mafia Obsesif   Bab 36 — Perburuan Dimulai

    "Kalau aku jadi kalian, aku tidak akan berdiri di tempat itu terlalu lama."Semua kepala langsung menoleh, Viktor mengangkat pistol. Damian berdiri di depan Aurel. Adrian bahkan sudah menarik senjatanya sebelum suara itu selesai terdengar. Namun lorong tetap kosong, tidak ada siapa-siapa hanya lampu merah yang berkedip di atas pintu ruang tujuh belas.Bip.Bip.Bip.Aurel menatap layar yang masih menampilkan foto dirinya bersama Damian, tangannya terasa dingin."Damian...""Aku lihat.""Tulisan itu...""Jangan sentuh layar." Aurel langsung menarik tangannya.Damian mendekati panel, ia memeriksa bagian belakangnya. Tidak ada kabel tambahan, tidak ada perangkat asing."Viktor.""Ya?""Putuskan sistemnya."Viktor mengeluarkan alat kecil. Namun sebelum sempat menyentuh panel layar berubah. Foto Aurel menghilang digantikan sebuah tulisan. PERBURUAN DIMULAI. Aurel menahan napas, kemudian tulisan kedua muncul. TARGET: AURELIANA ELENA HARTWELL lalu STATUS: AKTIF.Damian mengepalkan tangan. "S

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status