“Mas, lihatlah… Lula tampak bak putri kerajaan yang baru saja bersanding dengan pangeran hatinya!” seru Lusty dengan mata berkaca-kaca penuh haru, tak berkedip sedikit pun menatap adiknya yang melangkah anggun menuju pelaminan dengan gaun putih berhias ribuan manik yang berkilau diterpa cahaya lampu gantung.Raman berdiri tegak di sampingnya, tersenyum tipis meski di balik senyum itu ada beban yang tak kunjung hilang. “Benar sekali, Sayang. Ia terlihat begitu cantik dan bahagia. Semoga kebahagiaan ini menyertai mereka berdua selamanya.”Pernikahan Lula sungguh meriah dan mewah tanpa cela. Gedung pertemuan yang luas dihiasi lautan bunga segar berwarna-warni, hiasan sutra yang menjuntai indah, serta alunan musik orkestra yang mengalun lembut menyambut ratusan tamu undangan yang hadir. Raman dan Lusty duduk di barisan paling depan keluarga inti, menyaksikan setiap detik sakral—mulai dari prosesi pengantin berjanji setia sehidup semati, hingga sesi ucapan selamat yang tak putus-putus berd
Last Updated : 2026-07-29 Read more