“Mas Raman, ayo pilih saja, mau menuruti apa yang kuinginkan sekarang, atau seluruh dunia akan melihat rekaman video intim itu tersebar luas ke mana-mana!” ancam Fenina dengan suara tajam namun bergetar hebat, penuh campuran amarah yang tertahan lama dan gairah yang tak lagi terbendung oleh alasan apa pun. Tatapannya tajam menembus mata Raman, seolah ingin merobek setiap benteng pertahanan yang masih tersisa di hati pria itu. “Tak ada jalan keluar lain, Mas. Dengar baik-baik, kalau kau ingin nama baikmu yang selama ini kau jaga rapi, pernikahanmu yang kau bangun dengan susah payah bersama Kak Lusty, serta kehormatan wanita yang kau katakan kau cintai itu tak hancur lebur seketika di hadapan semua orang, kau harus menjadi milikku… sepenuhnya, tanpa syarat apa pun, dan tak boleh menolak sedikit pun!”Kata-kata itu melayang di udara ruangan yang sunyi, menekan setiap sudut ruangan seolah menjadi beban berat yang menimpa pundak Raman sendirian. Pria itu tertegun kaku, seolah semua tulang
Last Updated : 2026-07-28 Read more