Potongan kawat tembaga kecil tersimpan rapi di dalam kotak kaca kecil, diletakkan di lemari tertutup ruang kerja Lusty—bukan sebagai bukti yang bisa langsung dipamerkan dan memenangkan pertikaian, melainkan sebagai penanda diam yang tak bisa dibantah, pengingat bahwa ada kejahatan yang berusaha dikubur paksa namun belum bisa musnah sepenuhnya. Rumah kembali tenang secara lahiriah, namun setiap orang yang tinggal di dalamnya kini melangkah dengan kewaspadaan yang lebih tajam, hati yang lebih bersatu, dan tekad yang terjalin erat tanpa perlu banyak bicara. ***Pagi itu udara terasa segar, namun ada ketegangan samar yang menyelimuti. Lusty mengumpulkan Raman, Dedi, dan Sari di meja makan, tempat yang dulu menjadi pusat kehangatan yang kini teruji oleh pengkhianatan dan ancaman. Cangkir teh hangat tersaji di hadapan mereka, namun tak ada yang segera menyentuhnya. Dedi menundukkan pandangan, tangan saling menggenggam erat di pangkuan, sementara Sari sesekali mengusap sudut mata yang basah
Last Updated : 2026-08-10 Read more