Waktu berlalu lembut bagai aliran sungai yang tenang, membawa serta kebahagiaan yang semakin nyata di kediaman Lusty dan Raman. Cahaya kini telah berusia beberapa bulan, tumbuh menjadi bayi yang sehat, ceria, dan selalu menyapa siapa saja dengan senyum yang menawan. Matanya yang jernih bersinar riang, menatap dunia dengan kepercayaan yang murni, tak ternoda oleh ingatan tentang masa lalu yang kelam. Setiap pagi, tawa kecil yang menggema di ruangan rumah itu menjadi nada pembuka yang indah, mengusir sisa-sisa keheningan yang dulu pernah terasa sepi dan berat.Suatu pagi, Lusty duduk di kursi goyang di beranda, menggendong Cahaya yang tampak bersemangat menendang-nendangkan kakinya yang mungil. Tangan kanannya mengusap punggung buah hatinya dengan lembut, sementara pandangannya menerawang jauh ke arah halaman yang hijau dan tertata rapi. Raman keluar dari rumah membawa dua cangkir teh hangat, meletakkannya di meja kecil di hadapan mereka, lalu duduk di samping istrinya sambil mengusap r
Last Updated : 2026-10-12 Read more