“Mama… kami datang menjenguk.” Lusty melangkah perlahan mendekati tempat tidur rumah sakit, diikuti oleh Raman yang berjalan sopan di belakangnya. Ruangan itu tenang, hanya terdengar suara detak jantung dari alat pemantau di samping tempat tidur. Ratna terbaring diam di atas kasur empuk, matanya terpejam rapat, wajahnya masih tampak pucat dan lemah setelah syok berat yang dialaminya dua hari lalu.Di sudut ruangan, tampak sepasang suami istri yang berpakaian sederhana namun rapi—orang tua Raman, Pak Subarjo dan Bu Sumiati. Mereka baru saja tiba dari kampung halaman pagi tadi, sengaja datang lebih awal untuk memastikan keadaan Ratna sekaligus bersiap menghadiri pernikahan anak mereka besok.“Silakan duduk, Nak,” sapa Bu Sumiati lembut, berusaha tidak berisik. “Kami baru saja melihat sebentar. Istrimu belum sadar sepenuhnya, atau mungkin dia hanya sedang ingin diam saja.”Lusty mengangguk pelan, lalu duduk di tepi tempat tidur. Ia menyentuh punggung tangan ibunya yang terasa dingin. “Te
Last Updated : 2026-07-19 Read more