“Wah, sup sayurnya sudah mulai mendidih sempurna, Fenina! Baunya saja sudah harum sekali.” Lusty tersenyum lebar sambil menatap panci yang mengepulkan uap hangat di atas kompor. Sejak hari Fenina mengajarinya memasak, hubungan mereka berdua semakin dekat dan hangat. Awalnya Lusty hanya ingin belajar membuat masakan kesukaan suaminya, namun lama-kelamaan ia menemukan sosok sahabat baru pada Fenina. Mereka sering berbagi cerita tentang hal-hal kecil, tentang pekerjaan, hingga tentang harapan di masa depan. Fenina yang tadinya terasa canggung dan tertutup, kini mulai tampak lebih terbuka dan luwes di hadapan Lusty.“Tinggal ditambahkan sedikit garam dan penyedap rasa secukupnya, Kak. Ingat, masakan yang enak itu tidak berlebihan bumbunya, seperti rasa kasih sayang,” jawab Fenina sambil tersenyum tipis, meski di dalam hatinya rahasia besar masih tersimpan rapat. Ia belum pernah sekalipun menyebutkan soal alat penyadap yang terpasang di setiap sudut ruangan, maupun tumpukan rekaman suara k
Last Updated : 2026-07-24 Read more