BAB 104: Pelukan EvanDeru mesin jet pribadi semakin pelan saat roda pesawat menyentuh landasan pacu bandara ibukota provinsi di daerah terpencil ini. Sinar matahari pagi yang hangat menyambut kedatangan Albert dan Evan. Begitu keluar dari pintu pesawat, udara daerah yang sejuk dan bersih langsung terasa, sangat berbeda dari polusi Jakarta yang biasa menyapa paru-paru mereka.Di area parkir privat bandara, Hendra bersama beberapa pria berjas hitam sudah bersiap dengan barisan mobil sedan mewah. Namun, saat Hendra melangkah mendekat untuk membukakan pintu mobil, Albert mengangkat tangannya, memberi isyarat berhenti."Tukarkan mobil ini," perintah Albert dingin.Hendra mengerutkan keningnya ragu. "Maksud Tuan Albert?""Minta tim lokal menyiapkan satu mobil keluarga yang sederhana. Tanpa pengawalan, tanpa iring-iringan," tegas Albert. "Dan tidak ada satu pun dari kalian yang ikut. Saya sendiri yang akan menyetir.""Tapi, Tuan... demi keamanan Anda dan Mas Evan....""Lakukan saja,
Last Updated : 2026-08-22 Read more