BAB 62: Ruang Hangat Ancaman dingin Andika bekerja jauh lebih efektif daripada deretan lembaran uang.Hanya butuh waktu kurang dari lima menit setelah panggilan ditutup, ponsel Andika bergetar berturut-turut. Puluhan tangkapan layar obrolan WhatsApp dan beberapa file rekaman suara mendarat di aplikasi perpesanannya. Hilya menyerahkan semuanya, mulai dari perintah awal dr. Eddy, kesepakatan imbalan uang, hingga rencana menjebak Andika di RSUD.Andika tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kemenangan. Tanpa membuang waktu, ia meneruskan seluruh bukti digital tersebut kepada pengacara pribadinya dan jajaran Komite Etik.Jerat hukum dan sanksi pencabutan izin praktik permanen dari MKDKI kini resmi menanti dr. Eddy. Saingannya itu tidak akan pernah bisa bangkit lagi.Dengan perasaan lega yang membuncah, Andika membereskan jas putihnya, mengambil kunci mobil, dan melangkah keluar RSUD lebih awal dari biasanya.Suara derum mobil Andika yang memasuki halaman rumah menyambut pendengar
Terakhir Diperbarui : 2026-08-09 Baca selengkapnya