BAB 74: Jarak yang Tak TerlihatDi seberang telepon, terdengar jeda sejenak sebelum Naina terkekeh pelan—sebuah tawa kecil yang terdengar biasa, namun di telinga Novia terasa sedikit hampa."Aduh, Mbak Novia... kalau soal itu saya malah tidak tahu apa-apa," jawab Naina polos tanpa beban. "Jujur saja, saya itu jarang sekali menghubungi Bilqis kalau tidak ada urusan penting. Bilqis juga tipe anak yang pendiam dan tidak pernah cerita apa-apa kalau tidak ditanya."Alis Novia bertaut halus. Pegangannya pada cangkir porselen sedikit mengetat. "Sama sekali tidak pernah cerita, Na? Maksudku, cerita santai soal kesibukannya di RSIA Kiera, atau sekadar mengeluh capek? Kamu kan ibunya.""Ya bagaimana ya, Mbak... Bilqis dari dulu kan memang mandiri. Apalagi sejak fokus memegang manajemen rumah sakit, dia makin sibuk. Saya juga segan kalau mau mengganggu," sahut Naina santai, lalu mengalihkan pembicaraan ke topik masakan rumah. "Mbak Novia sendiri bagaimana? Sudah coba resep resep kue yang ke
Last Updated : 2026-08-12 Read more