BAB 44: Berhenti Menyebutku Sebagai Anak Haram, Hilya!Hilya bersedekap dada, mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan senyum kemenangan yang amat culas. Dia merasa baru saja menemukan sesuatu yang berharga dari teka-teki hubungan Bilqis dengan Andika.Namun, harapan Hilya untuk melihat raut wajah panik atau ketakutan dari Bilqis sirna begitu saja.Bilqis merapikan tatanan rambutnya dengan tenang. Anak-anak rambutnya yang berkeliaran di dahi dan pelipisnya kini sudah rapi di belakang telinganya. Perempuan muda itu menarik napas, menyadari satu hal,: Pernikahan dengan Andika, yang meski cuma siri akan menyeretnya ke dalam pusaran masalah keluarga pria itu.Nama papa Amran bukan hal yang asing bagi Bilqis meski dia nyaris tidak pernah bertemu dengan pria itu, pria itu hanya sesekali menelpon Andika dan hubungan di antara ayah dan anak itu begitu kaku. Keduanya hidup dalam egonya masing-masing.Tak bisa dipungkiri, bukan cuma dirinya, tapi masa lalu Andika juga sangat pahit.Matanya
Last Updated : 2026-08-04 Read more