BAB 52: Batas yang Dipertegaskan"Mas Dika... ada masalah di rumah sakit?" bisik Bilqis lembut, jemari lentiknya mengusap pelan punggung tegap suaminya yang masih memeluknya erat.Andika melonggarkan pelukannya perlahan, namun kedua tangannya tetap bertengger kokoh di pinggang Bilqis. Ia menatap lekat wajah istrinya dengan pandangan yang sarat akan kecemasan mendalam."Bilqis, dengarkan Mas," ujar Andika dengan suara berat dan tegas. "Mulai hari ini, apa pun alasannya, jangan pernah izinkan Hilya masuk ke rumah ini lagi. Kalau dia telepon atau kirim pesan, abaikan. Jangan pernah menemui dia sendirian tanpa ada Mas di samping kamu."Bilqis agak tertegun, mendongak menatap mata cokelat Andika. "Hilya... telepon Mas Dika?""Dia bilang mau datang ke sini besok," potong Andika cepat. "Mas tidak tahu rencana apa lagi yang ada di kepalanya. Tapi Mas tidak mau kamu terluka atau tertekan lagi gara-gara dia."Melihat kekhawatiran yang begitu nyata di raut wajah tampan suaminya, dada Bilq
Last Updated : 2026-08-06 Read more