"Kalian ini, kami baru saja selesai dan bahkan belum sempat duduk," ujar Raka sambil menggelengkan kepala.Mereka akhirnya memberikan ruang agar Raka dan Maharani bisa duduk. Setelah semuanya kembali ke tempat masing-masing, Maharani tersenyum ke arah Raka sebelum mengalihkan pandangannya kepada Kiera."Aku percaya Raka memiliki kemampuan yang unik," ujar Maharani. "Tapi dalam bisnis, semuanya harus jelas dan tertulis di atas hitam dan putih."Kiera mengangguk. Sementara itu, Ririn, Anin, dan Rania justru menatap Raka seolah menunggu penjelasan dari pria yang duduk tidak jauh dari mereka."Mas Raka kenapa diam aja?" tanya Ririn sambil menyipitkan mata, memperhatikan gerak-gerik Raka yang terlihat sedikit berbeda."Ya, kalian kan nggak nanya," jawab Raka, berusaha bersikap santai."Kan tadi Kak Ririn udah nanya. Tumben Mas Raka nggak fokus." Anin yang duduk tidak jauh darinya ikut menyipitkan mata. "Wah, pasti ada sesuatu, nih." Rania langsung mengangguk-angguk, membenarkan kecurigaan
Last Updated : 2026-09-23 Read more