Area tunggu khusus sudah disterilkan dari pengunjung yang sekadar melihat-lihat. Anin dan Rania kini duduk di meja resepsionis sambil memeriksa daftar nama pasien."Kak, kenapa Ayah dan Tante malah di situ, sih?" bisik Rania. "Aku jadi kayak diawasin gitu."Anin yang sedang mencermati daftar pasien segera mengangkat kepala. Ia melirik ke arah dekat pancuran air."Nggak tahu, Rania," ucap Anin. "Udah, biarin aja. Nanti juga kalau mereka bosan, pergi sendiri.""Iya, deh." Rania kembali melihat daftar di meja. "Jadi, gimana pengaturannya, Kak Anin?""Kita gantian aja panggil pasiennya satu per satu," jelas Anin.Anin kemudian membagi tugas. Dirinya akan memanggil pasien dengan nomor urut genap, sedangkan Rania mendapat bagian nomor urut ganjil."Oke, siap, Kak," ucap Rania."Eh, tapi Rania..." Anin sedikit mendekat lalu mengecilkan suaranya. "Gimana kalau mantan istri Mas Raka kita panggil belakangan aja? Di sini dia nomor tiga.""Ide bagus tuh, Kak," jawab Rania tanpa ragu. "Kalau begit
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-24 Mehr lesen