"Mereka itu mantan istriku sama selingkuhannya," ucap Raka santai. "Apa?!" seru Bunda Laras dan wanita di kursi pengemudi secara bersamaan. "Kenapa kalian kaget begitu?" Raka terkekeh. "Ma-maaf, Pak Raka," sahut wanita di balik kemudi panik. "Tidak apa-apa," balas Raka santai. "Lagipula, aku sudah tidak terlalu memikirkan mereka." "Tapi, Raka..." potong Bunda Laras cepat. "Kenapa kamu bisa menikahi wanita aneh seperti dia?" "Entahlah. Kalau dipikir-pikir lagi, aku sendiri juga bingung," jawab Raka. "Mungkin dulu aku dibutakan oleh kecantikannya." "Oh, begitu..." Bunda Laras mengangguk. "Lalu, lebih cantik mana dia dibanding putriku?" Raka terdiam menatap Bunda Laras, seolah tak percaya dengan pertanyaan yang baru saja didengarnya. "Hei, jawab pertanyaanku, Raka!" desak Bunda Laras. "Ca-cantikan putri Anda," jawab Raka terbata-bata. Jika dibandingkan dengan Maya, Anin memang jauh lebih cantik. Terlebih lagi, tubuh Anin memiliki lekuk yang begitu indah. "Lalu?" tanya Bunda La
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-13 Mehr lesen