Sedangkan di tempat lain, pintu kamar rawat VIP berderit pelan saat Darren melangkah keluar, menutupnya perlahan tanpa suara di belakangnya. Wajahnya masih menyisakan ketegangan dari beberapa jam terakhir, meski kini raut itu sudah kembali tersusun rapi, terkendali seperti biasa. Papa Hermawan dan Mama Sofia masih duduk di kursi tunggu, sama seperti saat Darren meninggalkan mereka tadi. "Aruna masih tidur, Om, Tante," ujar Darren pelan, duduk di kursi kosong di samping Papa Hermawan. "Sepertinya dia benar-benar kelelahan sekali," sambung Darren, dan saat dia mengatakan itu, tangannya terkepal erat menahan amarah Mama Sofia mengangguk. "Jelas saja dia lelah, karena harus menghadapi orang-orang gila itu," ucapnya sembari mengusap dadanya sendiri, kebenciannya pada Adrian semakin membuncah. Darren terdiam sesaat saat mendengar itu, dia mempertimbangkan apakah dia perlu menyampaikan kabar berikutnya. Tapi setelah itu dia berdehem kecil. "Om, Tante," katanya akhirnya, suara
Dernière mise à jour : 2026-08-02 Read More