Mendengar jawaban itu, pertahanan Darren terguncang. Pria itu memajukan wajahnya, mengikis jarak yang tersisa hingga napas panasnya menerpa permukaan wajah Aruna, seakan siap mengambil wanita ini saat itu juga. Tapi ... Darren menahan dirinya. Ia tidak mencium Aruna. Tangan besarnya justru merengkuh pinggang Aruna semakin erat, menarik tubuh wanita itu menempel tegap pada dadanya, membawanya ke dalam pelukannya. Aruna memejamkan matanya sejenak, merasakan dekapan Darren yang begitu kokoh dan hangat "Mulai malam ini... kamu adalah milikku, Aruna. Jangan pernah berpikir untuk kembali menjadi istri yang berbakti pada bajingan itu," bisik Darren, suaranya parau, dipenuhi oleh nada posesif dan hasrat tertahan. Aruna membuka matanya perlahan, menatap manik hitam Darren yang kini berkilat penuh gairah dan kepuasan. Ia tersenyum tipis, lalu mengusap lembut rahang Darren dengan jemarinya. "Aku tidak pernah berniat untuk menjadi istrinya lagi, Darren. Di mataku, dia bukan lagi suami
Last Updated : 2026-07-21 Read more