Malam harinya, usai menikmati makan malam hidangan laut di area restoran terbuka, mereka kembali ke resort. Aruna mendudukkan dirinya di tepi ranjang kamarnya yang luas, mengamati temaram lampu pelabuhan dari balik jendela kaca. Ponsel di genggamannya bergetar. Nama Darren tertera di sana. "Halo, Darren?" Aruna menyapa hangat saat menggeser tombol hijau. "Sudah kembali ke hotel?" Suara bas Darren mengalun di seberang sana. Ada nada ketenangan khas pria itu, namun Aruna dengan peka menangkap serak tipis di sela-sela intonasinya. "Sudah. Baru saja selesai makan malam," jawab Aruna. Ia menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, alisnya bertaut halus. "Suaramu terdengar sangat lelah, Darren. Apa pekerjaan di kantor sangat menumpuk hari ini?" Di ujung telepon, Darren terkekeh rendah. "Hanya beberapa penyesuaian agenda rutin, Runa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," sahut Darren santai menyelipkan kebohongan. "Bagaimana liburanmu hari ini? Kamu menyukainya?" "Sangat suka,
Dernière mise à jour : 2026-08-14 Read More