"Hasbi, aku bersumpah akan melemparmu dari jendela lantai tiga puluh ini sekarang juga," ancam Baskara, suaranya setajam silet. Tangannya meremas sandaran kursi roda menahan keinginan untuk benar-benar mencekik sahabat gila nya itu."Oke, oke! Ampun, Bos!" Hasbi segera mengangkat tangan menyerah, meski sisa tawa masih membuat bahunya berguncang. Ia menarik napas panjang, berusaha menata kembali raut wajahnya menjadi serius. Namun, melihat Baskara yang memutar mutar kata tentang kelemahannya membuat Hasbi kembali ingin tertawa. “Sikapmu seolah menertawakanku! Awas aja,” protes Baskara tak suka. "Astaga, Bas. Kau benar-benar... Hm," Hasbi menggelengkan kepalanya tak acuh. "Kau bisa menghancurkan Darmawan dalam semalam, kau bisa membungkam ibumu sendiri di depan ratusan orang, tapi kau lari ketakutan saat istrimu bermanja-manja padamu? Lalu alibi yang kau gunakan adalah 'efisiensi kontrak'?""Karena memang itu alasannya!" bantah Baskara dengan suara rendah dan mutlak. "Hubungan kami mu
Last Updated : 2026-09-04 Read more