"Renovasimu sudah selesai semalam," potong Baskara mutlak, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya. "Aku tidak mentolerir karyawan, apalagi pemegang saham mayoritas perusahaanku, untuk bermalas-malasan di dalam apartemen. Tiga puluh menit lagi kita turun ke lantai bawah. Jangan membuatku menunggu."Kiara menghela napas panjang. Kemelut romantis semalam saat pria itu merengkuhnya, membelanya di depan ibunya sendiri, seolah menguap tak berbekas digantikan oleh mode 'bos tiran' yang sangat kaku.“Tapi, aku lelah, Bas. Bolehkah …”Kiara mendekat dan mengusap punggung Baskara, membuat Baskara harus mengatur napasnya sendiri.“Kau sudah tahu apa jawabanku, Kiara. Kerja atau kamu mau aku kirim ke penjara bersama mantanmu?”Kiara mengangguk patuh, alih-alih merasa sakit hati, Kiara justru menahan senyum tipis. Ia mulai terbiasa membaca pola pria ini. Di balik kata-katanya yang sedingin es, Baskara tidak pernah berniat menyakitinya. Baskara hanya takut khilaf tergoda dengan rayuannya."Baik
Last Updated : 2026-09-02 Read more