"Tante mau menelepon siapa?""Orang yang sedang mati-matian menutupi bangkainya sendiri," jawab Lidya angkuh. Ia menekan nomor Baskara.Di seberang samudra, Baskara baru saja menyelesaikan negosiasi alotnya. Kemejanya sedikit kusut, namun matanya memancarkan kepuasan karena berhasil menekan para investor. Namun, saat ponsel di saku jasnya bergetar dan menampilkan nama ibunya di layar, rahang sang CEO langsung mengeras kaku. Ia memberi isyarat tajam pada Raja dan para eksekutif lainnya untuk keluar dari ruangan saat itu juga.Begitu pintu ganda tertutup rapat, Baskara mengangkat panggilan itu."Apa lagi maumu, Lidya?" suara Baskara mengalun sangat dingin, sedingin dasar samudra, menggema di ruangan kosong tersebut. "Jika kau menelepon untuk sopir truk di Sudirman, kau membuang waktuku."Terdengar tawa renyah yang menggelegar dari seberang telepon. Tawa yang membuat bulu kuduk berdiri."Kau memang selalu bertindak cepat dan arogan, Baskara. Menugaskan anjing peliharaanmu untuk menceg
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-13 อ่านเพิ่มเติม