"Tenang saja, Bos. Kalau harganya cocok, nyawa siapa pun bisa kubuat melayang tanpa jejak," tawa parau pria di ujung telepon itu terdengar mengerikan, berpadu dengan suara bising kendaraan dari tempatnya berada. "Kirimkan datanya sekarang. Aku akan mengurusnya malam ini juga.""Pastikan dia mati," desis Helena, suaranya bergetar antara ketakutan dan ambisi yang mematikan. "Dan yang paling penting... hancurkan semua barang elektroniknya. Ponsel, tablet, laptop... bakar semuanya sampai menjadi abu. Aku tidak mau ada satu pun data yang tersisa dari pria itu. Jika kau berhasil, bayaranmu akan kuliplangandakan dari harga biasa.""Sesuai pesananmu, Nona cantik."Klik. Sambungan diputus.Helena melemparkan ponselnya ke atas kasur empuknya, lalu menjatuhkan diri di sebelahnya. Napasnya memburu cepat, dadanya naik-turun menahan sisa-sisa adrenalin. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil tertawa sumbang. Tawa itu perlahan mengeras, menggema di dalam ruangan yang sunyi, memancarkan kegilaan se
Last Updated : 2026-09-21 Read more