Usai memasak untuk persediaan Yu’er, Meihua kembali ke kamarnya. Pintu kamarnya diketuk perlahan, ia pun berdiri dan membukanya. Gao Wuji datang bersama dua orang pelayan yang membawa nampan kayu, lengkap dengan kotak perhiasan dan seperangkat alat bersolek di atasnya."Ini pemberian dari Tuan. Pakaian sutra, perhiasan, dan perlengkapan untuk berdandan," ujar Wuji seraya mengisyaratkan para pelayan meletakkannya di atas meja.Meihua memperhatikan gaun sutra berwarna biru muda yang berkilau itu, lalu menggelengkan kepala. Rasanya lebih baik ia cari tahu sendiri tentang Duan Qiafeng daripada ikut jadi teman Jenderal Bao dan disuruh dandan pula."Bawa kembali. Aku tidak butuh pakaian semewah ini, aku juga tidak paham cara berdandan,” ucapnya sambil memegang salah satu tusuk konde berukir bunga plum. “Memakai satu saja pasti merepotkan, apalagi harus sebesar ini perhiasannya, pasti terasa berat di kepala.""Tidak bisa, Huamei, ini perintah Tuan!" tegas Wuji. Melihat Meihua yang bersiap me
Última actualización : 2026-09-14 Leer más