“Aku tidak akan pergi, aku harus menyelesaikan tugasku,” kata Jenderal Bao usai menenangkan debar jantungnya yang kian kencang.“Aku akan memaksamu,” balas Meihua tak kalah sengit.“Nona, Jenderal Bao sudah sangat tahu apa yang harus dilakukan. Sebaiknya kau pulang, di rumah saja, mandi, nyuci, masak, dandan, dan tunggu suamimu pulang,” sahut prajurit lain yang tidak tahu kekuatan Meihua.“Percayalah, dia lebih kuat daripada kalian,” tunjuk Jenderal Bao satu-satu pada bawahannya.“Benarkah, badan sekecil dan sekurus ini bisa kuat?”“Hei, kau tak ingat siapa yang main sepak bola sampai menang?” Terbakar emosi, Meihua terus saja diremehkan.“Tahu, itu Kakak Wuji, kalau tidak ada dia, mana kita bisa menang.”Meihua menarik napas dalam-dalam, hampir hidungnya beku karena pergolakan energi dingin di dalam tubuhnya. “Aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan kalian.” Setelah itu Meihua kembali menatap Bao Zhenting yang pura-pura tidak mendengar kata-katanya.“Ayo, Tuan, kita pulang, aku m
Última actualización : 2026-09-18 Leer más