Batu datar di taman kecil Bilik Timur masih basah oleh embun ketika Yue Chen duduk di atasnya pagi itu, punggung tegak seperti yang selalu diajarkan neneknya, tangan terlipat di pangkuan. Dua hari sejak kedatangan Bai Muchen, dan inilah pertama kalinya pemuda itu memintanya datang, bukan untuk memeriksa luka atau membawakan obat, melainkan hanya untuk duduk.Namun sebelum Yue Chen sempat mengatur posisi duduknya, Bai Muchen mengulurkan dua jari, menekan pelan di sisi kanan tulang rusuknya yang masih membalut perban tipis. Yue Chen menahan napas, bersiap merasakan nyeri yang biasa muncul setiap kali area itu tersentuh, tetapi yang datang justru rasa hangat yang menjalar perlahan, seperti sinar matahari pagi yang menembus kulit dan mengalir ke tulang. Hanya sebentar, hanya beberapa tarikan napas, lalu Bai Muchen menarik tangannya kembali seolah tidak terjadi apa-apa."Tulangmu masih menyambung," katanya, nada datar seperti sedang membaca cuaca, bukan tubuh
Last Updated : 2026-07-23 Read more