Tenda utama milik Lady Evelyn jauh dari kata sederhana. Karpet tebal melapisi tanah yang dingin, sementara aroma wangi bunga lily dan seduhan teh hangat memenuhi udara. Evelyn duduk anggun di atas kursi berukir, menatap Roselline yang duduk di hadapannya dengan sepasang mata dipenuhi rasa penasaran yang besar. "Jadi, Roselline ..." Evelyn memulai percakapan seraya menyesap tehnya pelan. "Katakan padaku, kenapa kau mendadak ingin menjadi pengawal pribadiku? Dan ... bagaimana dengan suamimu yang sangat posesif itu? Apakah dia benar-benar mengizinkanmu berada di sini?" Roselline terkekeh canggung, mengusap lehernya yang tak gatal. "Ah, soal Zal ... dia memang sedikit bersikap keras kepala, Lady Evelyn. Tapi saya berhasil meyakinkannya. Lagipula, saya tahu Count Celestia sempat mengirimkan surat resmi ke Keluarga Callen untuk meminta seorang pengawal bayangan–" "Tunggu!" Evelyn mendadak memotong ucapan Roselline. Cangkir porselen di tangannya berdenting nyaring saat diletakka
Terakhir Diperbarui : 2026-08-12 Baca selengkapnya