Tanpa membuang waktu, Roselline berlari menembus labirin tanaman merambat yang padat, mengikuti titik navigasi sistem yang terus berdenyut. Di jantung labirin, suasana begitu mencekam. Evelyn terdesak di dinding batu labirin. Napasnya terengah-engah, helai rambut peraknya berantakan, dan cadar pelindung sihir yang ia ciptakan perlahan retak, mengeluarkan suara 'krak' yang menyakitkan. Di hadapannya, lima tentara bayaran berpakaian serba hitam mengepung dengan seringai kemenangan. "Menyerahlah, Lady Evelyn," ucap salah satu pria dengan nada mengejek. "Bahkan aliran sihirmu sudah mulai kering. Tidak ada gunanya terus melawan." Evelyn memejamkan mata, memaksakan sisa mana miliknya untuk membentuk perisai kecil. Namun, tangannya gemetar. Kekuatan spiritualnya terkuras habis hanya untuk menangkis rentetan sihir hitam yang diarahkan padanya sejak sepuluh menit lalu. 'Apakah ini akhirnya?' pikir Evelyn, putus asa. Namun, tepat saat salah satu penyerang mengangkat pedang besarny
Last Updated : 2026-08-16 Read more