Rekha berjongkok. Dengan tangan yang masih berlumuran darah Dewa, ia tidak berani menyentuh Naya. Ia takut mengotori wanita itu. "Kita pulang sekarang, Sayang. Semuanya sudah selesai," bisik Rekha lembut, air mata menggenang di pelupuk mata sang kaisar bisnis. Naya tidak peduli pada darah di tangan pria itu. Wanita itu justru menerjang ke depan, mengalungkan kedua lengannya ke leher Rekha, memeluk pria itu dengan sangat erat. Tangisannya pecah—tangisan kelegaan, rasa aman, dan cinta yang akhirnya menemukan tempatnya bernaung. "Terima kasih... terima kasih udah nemuin aku, Mas..." isak Naya di ceruk leher Rekha. "Aku nggak mau lari lagi... aku cuma mau sama Mas Rekha..." Mendengar kalimat itu, pertahanan Rekha runtuh. Ia membalas pelukan Naya tak kalah eratnya, membenamkan wajahnya di bahu wanita yang terbungkus jaket kebesarannya itu. "Tidak akan ada yang memisahkan kita lagi, Naya. Aku bersumpah demi nyawaku, mulai detik ini, akulah yang akan menjadi perisaimu," bisik Rekha
最終更新日 : 2026-09-05 続きを読む