Keputusan Malam Hari Ancaman Sovia bergema di setiap sudut ruang kerja, bagaikan gema lonceng kematian yang dingin. Nama Elio—anak laki-laki yang menjadi pusat dunia Fernando—dipertaruhkan tanpa belas kasihan. Sovia Castello tahu betul di mana letak kelemahan terbesarnya, dan wanita itu baru saja menusukkan belati tepat di titik paling rapuh tersebut. Namun, alih-alih menunjukkan kepanikan atau ketakutan, Fernando justru menegakkan tubuhnya. Rahangnya mengeras begitu ketat hingga otot-otot di sepanjang lehernya bertaut. Matanya menyipit, memancarkan kilatan aura berbahaya yang amat dingin—sebuah tatapan yang jarang ia perlihatkan, bahkan di hadapan ibunya sendiri. "Cobalah, Momy," bisik Fernando. Suaranya tidak lagi menggelegar, namun nada rendah itu dipenuhi oleh ancaman yang jauh lebih mengerikan. "Gunakan seluruh pengacara terbaik yang Momy miliki. seret nama Castello ke lumpur pengadilan, dan tengok saja siapa yang akan kehilangan segalanya lebih dulu. Momy pikir aku masih pria
آخر تحديث : 2026-08-19 اقرأ المزيد