Share

Bab 72

Author: Caca
last update publish date: 2026-08-19 05:23:31

Suara di Luar Dinding

Elena menatap Aixa dengan rasa iba yang tak tertahan. Tatapan mata perempuan muda di hadapannya itu tidak memancarkan binar seorang calon ibu yang mendambakan buah hati, melainkan kepasrahan seorang prajurit yang siap berjalan menuju medan pertempuran tanpa harapan untuk selamat. Di dalam benaknya, sang dokter bertanya-tanya: apakah keputusan ini benar-benar lahir dari keteguhan hati Aixa, ataukah sekadar keputusasaan akibat terimpit oleh tembok-tembok tinggi Mansion Cast
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 89

    **Bab 89: Bayangan Masa Lalu** Tidak semua orang merasakan kegembiraan dan kehangatan yang sama. Sementara kehangatan dan harapan baru menyelimuti seluruh sudut mansion Castello, mendung tipis dan bayangan masa lalu justru menggelayut di kediaman lain yang berjarak tak jauh dari sana. Elio berdiri di balkon kamarnya sambil menatap lurus ke arah taman belakang. Angin sore yang berhembus lembut meniup pelan helai-helai rambutnya, namun tatapannya tetap kosong, menembus jauh ke hamparan rumput hijau yang tak lagi mampu menyegarkan matanya yang redup. "Jadi kau hanya akan menyerah begitu saja?" Suara Catalina memecah kesunyian yang hening, membuat Elio menoleh pelan dengan gerakan lambat. Perempuan itu berdiri anggun di ambang pintu balkon, menyilangkan kedua tangannya di dada dengan tatapan menuntut yang dipenuhi ketidakpuasan. "Apa maksudmu?" tanya Elio pendek, suaranya terdengar serak, berat, dan menyimpan keletihan jiwa yang teramat sangat. Catalina melangkah mendekat, menghentak

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 88

    **Bab 88: Pengakuan di Ruang Kerja** Sementara itu, di ruang kerja pribadinya yang didominasi warna kayu mahoni gelap dan pencahayaan temaram dari lampu meja bergaya klasik, Fernando duduk memandangi hasil pemeriksaan kehamilan Aixa. Foto cetakan USG berukuran kecil dengan latar hitam dan pola abu-abu itu terletak tepat di sebelah dokumen investasi bernilai miliaran rupiah yang baru saja selesai ia tinjau. Usia kandungan Aixa masih sangat muda, hanya berupa titik kecil yang belum berbentuk sempurna sebagai manusia. Namun fakta sederhana bahwa ada sebuah kehidupan baru yang tumbuh dan berkembang karena dirinya membuat sesuatu yang sangat mendasar dalam diri Fernando berubah secara perlahan. Pria yang selama ini menyandarkan seluruh hidupnya pada logika dingin, kalkulasi angka-angka finansial, dan kendali mutlak atas segala situasi, kini harus berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar jangkauan kontrolnya: sebuah keajaiban alam bernyawa yang dipanggil keluarga. Fernando menyan

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 87

    **Bab 87: Perhatian yang Terselubung** Hari-hari berikutnya berlalu dengan tenang, membawa ritme baru yang pelan namun pasti di dalam kehidupan mereka. Setiap pagi, Fernando akan memastikan Aixa menyantap sarapannya hingga tuntas. Setiap malam, tanpa pernah alpa satu kali pun, pria itu akan berdiri tegak di hadapannya dan bertanya apakah Aixa sudah meminum seluruh vitamin yang dianjurkan oleh dokter kandungan. Ruang makan di mansion Castello yang biasanya terasa begitu formal, luas, dan dingin, perlahan-lahan mulai diselimuti suasana hangat yang lembut. Suara dentingan sendok dan piring porselen tidak lagi diiringi oleh keheningan kaku yang mencekam seperti bulan-bulan sebelumnya. Di balik meja kayu mahoni yang panjang dan dipoles mengilap, Fernando duduk membaca koran bisnis harian serta memeriksa laporan pasar modal melalui tabletnya. Namun, perhatian pria itu sama sekali tidak sepenuhnya tertumpu pada kolom saham atau grafik keuangan. Di balik lembaran kertas yang ia pegang, mata

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 86

    Bab 86: Lima Buku Kehamilan Fernando tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan berdiri selama hampir lima menit di depan rak buku tentang kehamilan. Di toko buku yang tenang dan beraroma kertas baru itu, sosok Fernando berdiri mencolok di antara lorong yang mendadak terasa begitu asing baginya. Pria yang selama ini dikenal dingin, tegas, dan selalu memegang kendali penuh atas korporasi raksasa itu berdiri dengan ekspresi datar, sementara Marco yang berada beberapa langkah di belakangnya mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri. Tangan Fernando meraba pinggiran jilid buku-buku bersampul warna pastel lembut yang tampak sangat bertolak belakang dengan jas gelap terstruktur yang ia kenakan. "Tuan..." panggil Marco hati-hati, memastikan bahwa atasan serta sahabat lamanya itu tidak sedang berada di bawah pengaruh stres berat atau efek kelelahan kerja. Fernando mengambil satu buku berukuran cukup tebal dengan judul bergaris besar warna emas, membaca ringkasan singkat di sampul belaka

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 85

    **Cinta yang Menemukan Jalannya** Untuk pertama kalinya setelah sekian lama melewati masa-masa kelam yang penuh duri, Aixa tidak lagi memandang masa depannya sebagai sesuatu yang menyeramkan atau harus ia takuti secara berlebihan. Ada perubahan mendasar yang merayap perlahan namun pasti di dalam dasar hatinya yang paling dalam. Sebuah perasaan baru tumbuh mekar dengan sangat halus dan alami. Perasaan itu hadir tanpa tergesa-gesa, tidak memaksakan kehendak, dan tidak menuntut hal-hal yang tidak masuk akal. Namun, keberadaannya terasa begitu nyata, menghangatkan setiap sudut jiwanya yang dulu sempat membeku oleh rasa kesepian. Aixa mulai menyadari sebuah kenyataan manis: pernikahan yang dulu berawal dari selembar kertas kaku berisi poin-poin kontrak dingin kini telah bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti. Takdir tampaknya sedang merajut ulang benang-benang hubungan mereka dengan pola yang baru. Fernando mungkin memang belum mengutarakan perasaannya secara terbuka

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 84

    **Bayi Kita** Langkah kaki Fernando yang berwibawa sempat berayun menuju daun pintu kayu mahoni yang tinggi. Namun, tepat sebelum jemarinya menyentuh gagang pintu logam yang dingin, sebuah suara lembut menghentikan pergerakannya. "Fernando." Pria itu menghentikan langkahnya secara instan. Ia memutar tubuhnya perlahan, menatap Aixa yang masih duduk di tepi ranjang. Sinar matahari pagi yang menembus celah jendela membiaskan pendar keemasan di sekeliling tubuh wanita itu, membuatnya tampak begitu bersahaja namun memikat. "Ya?" sahut Fernando pendek, menantikan apa yang hendak disampaikan oleh wanita di hadapannya. Aixa tampak ragu sejenak. Jemari tangannya meremas pelan pinggiran piyama sutra yang dikenakannya, berjuang mengumpulkan keberanian yang meluap dari dalam dadanya. Bibirnya terbuka, lalu tertutup kembali, sebelum akhirnya dengan suara pelan namun sarat akan kejujuran yang dalam, ia berbisik, "Terima kasih... karena sudah bahagia bersama aku." Fernando membeku seketika.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status