Karina menatap nanar punggung Trian yang semakin menjauh, perlahan menghilang di antara kerumunan orang yang berlalu-lalang di taman kota. Ia menarik napasnya kasar, berusaha mengisi rongga dadanya yang terasa begitu kosong dan sesak. Isak tangisnya kini mereda, menyisakan keheningan yang jauh lebih menyakitkan.Pikiran Karina melayang jauh ke belakang, menembus lorong waktu. Ia teringat kembali bagaimana dulu Trian memperlakukannya. Di balik sifat pria itu yang terkenal cuek, kaku, dan dingin kepada orang lain, Trian selalu memperlakukannya bagaikan seorang ratu. Pria itu mencurahkan begitu banyak cinta, kesabaran, dan perhatian yang tulus tanpa henti, selalu siaga memastikan Karina merasa aman dan dicintai setiap detik dalam hidupnya.Lima tahun. Waktu yang tidak sebentar untuk merajut sebuah kisah dan membangun masa depan bersama. Namun, rasa syukur itu perlahan terkikis oleh racun kesombongan.Dan dengan begitu bodohnya, hanya karena ambisi liar untuk mengejar popularitas dan k
Last Updated : 2026-07-31 Read more