"Ma-masuk dulu," kata Trian terbata-bata, mencoba menutupi kegugupannya yang luar biasa. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri. Sialan, ia benar-benar ketahuan basah. Membela diri atau membuat alibi pun sekarang rasanya sudah sangat percuma, karena gestur tubuh dan penampilannya yang berantakan sudah menceritakan semuanya. "Permisi, ya," ujar Inka santai sambil melangkah masuk melewati Trian, disusul oleh Leo di belakangnya. Tanpa merasa canggung sedikit pun, keduanya langsung mendudukkan diri di sofa ruang tamu. Wajar saja, sebagai rekan kerja yang juga sahabat dekat, mereka sudah sangat sering bertamu dan menghabiskan waktu di unit apartemen Davina. Suasana di ruang tamu mendadak terasa canggung luar biasa. Trian berdiri kaku di dekat pintu, menggigit bagian dalam pipinya, berusaha memutar otak bagaimana cara mengalihkan situasi. "Davinanya mana, Mas?" tanya Leo memecah keheningan, menatap Trian dengan sebelah alis terangkat penuh selidik. Mendengar pertanyaan
Last Updated : 2026-08-19 Read more